Monday, 21 September 2015

Keyakinan Tauhid

...apa sahaja yang dipandang...yang didengar ...di situ adanya tanda-tanda kewujudan Allah ta'ala dan tanda- tanda kebesaranNya..yang membawa keyakinan tauhid dan ketundukan kerendahan hati pada Nya...

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ﴿٥٣﴾

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Fussilat : 53

Namun....pandangan mata, pendengaran telinga dan keyakinan hati sering terhijab oleh syubhat kufur, syirik dan nifaq serta kejahilan.....

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ ﴿٢٣﴾

Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

Al Mulk : 23

...juga hijab dunia dan nafsu..

الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَـٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ ﴿٥١﴾

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Al A'raaf: 51

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٥٣﴾

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

Yusuf : 53

...sedangkan Dia ' tersangat hampir ' kepada hambaNya...

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Qaaf : 16

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ﴿٨٣﴾ وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ ﴿٨٤﴾ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ ﴿٨٥﴾

Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,(83) padahal kamu ketika itu melihat,(84) dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,(85)

Al Wai'ah : 83-85

.... Hati manusialah yang sebenarnya buta..

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَـٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ﴿٤٦﴾

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Al Hajj : 46

Justeru... suluhilah makrifat hati dengan ilmu..bermujahadahlah tanpa penat dan jemu...hampirilah Dia dengan amal dan ibadahmu...perhalusilah perasaanmu padaNya...nescaya engkau bakal dipenuhi dengan cahaya petunjukNya...

Sunday, 12 July 2015

Ilmu al-Quran

Bismillahhirrahmanirrahim..
NAK kongsi ilmu Al- Quran dgn sahabat yg sudi.
'-----'-------'------'--'------'-

1. S : Berapa jumlah Surah dlm al-Qur'an ?
J : 114 Surah

2. S : Berapa jumlah Juz dlm al-Qur'an ?
J : 30 Juz

3. S : Berapa jumlah Hizb dlm al-Qur'an ?
    J : 60 Hizb

4. S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Qur'an ?
    J : 6236 Ayat

5. S : Berapa jumlah Kata dlm al-Qur'an ?, dan Berapa Jumlah Hurufnya ?
    J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf

6. S : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Qur'an ?,
     J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun
HamalatulArsy, dll.

7. S : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Qur'an?
    J : 14 Sajdah

8. S : Berapa Jumlah
para Nabi yg disebut dlm Al-Qur'an ?
    J : 25 Nabi

9. S : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Qur'an ?, sebutkan.
    J : 28 Surah, al-Baqarah, al-Imran, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra'd,
al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid,
al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun,
al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.

10.S : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Qur'an ?sebutkan.
     J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.

11.S : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Qur'an ?
     J : 29 Surah.

12.S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyah ?, sebutkan 10 saja.
     J : Suarah Makiyah adalah Suarah yg diturunkan sebelum Hijrah, seperti : al-An'am,
al-Araf, al-Shaffat, al-Isra', al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil,
al-Falaq.

13.S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyah? sebutkan lima saja ?
     J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan setelah Hijrah, seperti : al-Baqarah,
al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.

14.S : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm
Al-Qur'an?
     J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud,
Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa', Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib,
Idris, Muhammad Saw.

15.S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Qur'an?
      J : Maryam binti Imran.

16.S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Qur'an?
     J : Zaid bin Haritsah.

17.S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
     J : Surah at-Tawbah.

18.S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
      J : Surah al-Naml.

19.S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Qur'an?
      J : Surah al-Kafirun.

20.S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Qur'an?
      J : Surah al-Ikhlas

21.S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
      J : Surah al-Mulk

22.S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang minggu ?
      J : Surah al-Khafi

23.S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
     J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255

24.S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya ?
     J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.

25.S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
     J : Firman Allah Swt :" Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat,
Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat, Surah al-Zalzalah ayat 7-8.

26.S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya ?
     J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.

27.S : Pada Kata apakah pertengahan al-Qur'an itu di Surah apa ? ayat no Berapa ?
     J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.

28.S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Shalat Fardhu dpt mengantarkannya masuk
ke dalam surga ?
     J : Ayat Kursi.

29.S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa ?
     J : Ayat  فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.

30.S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa ? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa ?
     J : Ayat ( ويل يومئذ للمكذبين ) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthafifin
ayat No. 10.

31.S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Qur'an ? pada Surah apa? Ayat berapa?
     J :

Saturday, 16 May 2015

Selamat Hari Guru buat warga pendidik

Guru.....

Bila murid duduk.. Cikgu berdiri,
Bila murid diseligi.. Cikgu pulak kena gari..
Murid datang naik BMW 7 siri.. Cikgu datang naik Myvi..
Murid dah dewasa jadi Somebody,
Cikgu tetap begini..
Namun begitu.., Di dunia cikgu berbakti,
Moga di akhirat, syurga tempat cikgu kekal abadi..SELAMAT HARI GURU..

Macam mana nak kenal guru?
Garang orangnya, itulah guru disiplin..
Penyayang orangnya, itulah guru prasekolah.
Sabar orangnya, itulah guru pendidikan khas..
Sentiasa cool & tak pernah marah, itulah guru kaunseling..
Petah berucap, itulah guru besar..
Pelik orangnya, itulah guru pendidikan seni..
Gelap orangnya, itulah guru pendidikan jasmani..
Warak orangnya, itulah guru agama..
Sopan orangnya, itulah guru pendidikan sivik..
Berbahasa orangnya, itulah guru Bahasa Malaysia..
Berseni bahasanya, itulah guru sastera..
Walau siapa pun dia.. dia tetap berjasa..SELAMAT HARI GURU..

Erti sebenar seorang cikgu
C: Cantik budi pekertinya.
I: Inovatif praktisnya.
K: Kreatif mindanya.
G: Garang semangatnya.
U: Unggul ilmunya

(Yang ni jangan marah......gurau2.....��������������)
Mak cakap cikgu macam MAGGI,
Makanan rutin di waktu susah..

Ayah cakap cikgu macam D SEEKERS,
Garang dan menakutkan..

Atuk cakap cikgu macam ASTRO,
Macam-macam ada..

Tapi saya cakap cikgu macam LOREAL,
Kerana dirimu BEGITU BERHARGA..

SELAMAT HARI GURU.
"MEMBINA ILMU MENYEMPURNAKAN AKHLAK"

Thursday, 14 May 2015

Bahagian akhir : Golongan yang Berjaya, beroleh kemenangan

25 Rejab 1436H
14 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian akhir)
Golongan yang Berjaya, beroleh kemenangan…

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴿٢﴾وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ﴿٤﴾ وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ﴿٥﴾ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٦﴾ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ ﴿٧﴾ وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ ﴿٨﴾ وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ ﴿٩﴾ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ 
﴿١٠﴾ الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ﴿١١﴾ وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ ﴿١٢)

Sesungguhnya berjayalah orang-orang yang beriman, Iaitu mereka yang khusyuk dalam Dan mereka yang berusaha membersihkan hartanya (dengan menunaikan zakat harta itu);sembahyangnya; Dan mereka yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia; Dan mereka yang menjaga kehormatannya, -Kecuali kepada isterinya atau hamba sahayanya maka sesungguhnya mereka tidak tercela: -Kemudian, sesiapa yang mengingini selain dari yang demikian, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas; Dan mereka yang menjaga amanah dan janjinya; Dan mereka yang tetap memelihara sembahyangnya; Mereka itulah orang-orang yang berhak mewarisi -Yang akan mewarisi Syurga Firdaus; mereka kekal di 
dalamnya.
(Al-Mukminun: 1-12)

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّـهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَـٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖوَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَـٰئِكَ حِزْبُ اللَّـهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّـهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٢٢﴾

Engkau tidak akan dapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang yang menentang itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, ataupun keluarga mereka. Mereka (yang setia) itu, Allah telah menetapkan iman dalam hati mereka, dan telah menguatkan mereka dengan semangat pertolongan daripadaNya; dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka tetap kekal di dalamnya. Allah reda akan mereka dan mereka reda (serta bersyukur) akan nikmat pemberianNya. Merekalah penyokong-penyokong (agama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (agama) Allah itu ialah orang-orang yang berjaya.
(Al-Mujadalah: 22)

Kesimpulan sifat-sifat golongan yang berjaya dan berkemenangan menurut Al Quran, di antaranya ialah:

1. Beriman kepada Allah Ta’ala dan seluruh rukun-rukun keimanan.
2. Bertakwa kepada Allah dengan menjunjung seluruh perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya.
3. Memelihara hubungan dengan Allah Ta’ala dan hubungan sesama manusia seperti mendirikan solat dan member infaq kepada manusia.
4. Beriman kepada Rasul dan memuliakannya, juga menolongnya, serta mengikut nur (cahaya) yang diturunkan kepadanya (Al-Quran).
5. Berada dalam jamaah dan melakukan dakwah amar makruf dan nahi mungkar.
6. Berjihad fi sabilillah dengan harta dan jiwa raga serta bersabar menghadapi perjuangan.
7. Memiliki sifat-sifat keimanan yang sempurna iaitu memelihara solat dan khusyuk dalam solat, berusaha membersihkan hartanya (dengan menunaikan zakat harta itu); menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia; menjaga kehormatannya, menjaga amanah dan janjinya.

Justeru, letakkanlah dirimu di kalangan mereka yang berjaya dan berkemenangan di dunia dan akhirat...

Bahagian pertama : Golongan yang berjaya, beroleh kemenangan…

24 Rejab 1436H
13 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian pertama)
Golongan yang berjaya, beroleh kemenangan…

Dalam Al Quran banyak kalimah digunakan untuk menggambarkan golongan yang berjaya. Di antaranya ialah ( المفلحون ) yang berasal dari kata dasarnya ( افلح ). Kalimah ini menggambarkan mereka yang berjaya adalah mereka memiliki sifat-sifat tertentu yang ditentukan oleh Allah Ta’ala. Dan kejayaannya itu dijamin dengan balasan setimpal di akhirat.

Firman Allah Ta’ala:

الم ﴿١﴾ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُولَـٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾

Alif, Laam, Miim. Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa; Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib, dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab "Al-Quran" yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad), dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya). Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang berjaya
(Al-Baqarah: 1-5)

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٥٧﴾

"Iaitu orang-orang yang mengikut Rasulullah (Muhammad s.a.w) Nabi yang Ummi, yang mereka dapati tertulis (namanya dan sifat-sifatnya) di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. Ia menyuruh mereka dengan perkara-perkara yang baik, dan melarang mereka daripada melakukan perkara-perkara yang keji; dan ia menghalalkan bagi mereka segala benda yang baik, dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang buruk; dan ia juga menghapuskan dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, dan memuliakannya, juga menolongnya, serta mengikut nur (cahaya) yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang berjaya.
(Al-A’raaf: 157)

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٠٤﴾

Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.
(Ali ‘Imran: 104)

لَـٰكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُولَـٰئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴿٨٨﴾

(Mereka tetap tinggal) tetapi Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersamanya, berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka; dan mereka itulah orang-orang yang mendapat kebaikan, dan mereka itulah juga yang berjaya.
(At-Taubah: 88)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّـهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٢٠٠﴾

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).
(Ali ‘Imran: 200)

(Bersambung esok bahagian akhir)

Tuesday, 12 May 2015

Hidup Mulia, Mati Syahid

23 Rejab 1436H
12 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

Hidup Mulia, Mati Syahid

عِشْ كريما أو مُتْ شهيدا

Motto “hidup mulia atau mati syahid”, ini adalah bersumberkan nasihat Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Salaam kepada Umar bin Al Khatthab radhiyallahu anhu. Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رَأَى عَلَى عُمَرَ قَمِيصًا أَبْيَضَ فَقَالَ « ثَوْبُكَ هَذَا غَسِيلٌ أَمْ جَدِيدٌ ». قَالَ لاَ بَلْ غَسِيلٌ. قَالَ « الْبَسْ جَدِيدًا وَعِشْ حَمِيدًا وَمُتْ شَهِيدًا »

“Bahawa Rasulullah salallahu ‘alaihi wa Salaam melihat Umar radhiyallahu anhu memakai gamis putih, maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Salaam berkata: “bajumu itu bekas dicuci atau baru?”, Umar radhiyallahu anhu menjawab : ‘tidak.. ini bekas dicuci’. Nabi salallahu ‘alaihi wa salaam bersabda: “pakailah pakaian baru, dan hiduplah mulia atau matilah sebagai syahid”.

Tidak ada kehidupan yang lebih mulia bagi seorang hamba Allah selain hidup menjunjung seluruh perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّـهِ أَتْقَاكُمْ ۚ

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.
(Al-Hujurat: 13)

Justeru berusahalah untuk seluruh hidup...

كن مسلما مؤمنا متقيا داعيا مجاهدا

Jadilah seorang muslim mukmin muttaqi daa'ie mujahid.

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّـهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١١٢﴾

(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(Al-Baqarah: 112)

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman".
(Al-Mukminun: 1)

بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ ﴿٧٦﴾ 

(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
(Ali 'Imran: 76)

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّـهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ ﴿٣٣﴾ 

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
(Fussilst: 33)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ أُولَـٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّـهِ ۚ وَاللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٢١٨﴾

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-Baqarah : 218)

Sunday, 10 May 2015

Bahagian akhir : Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

21 Rejab 1436H
10 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian akhir)
Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

Menjadi pelaku bid'ah terhadap agama Allah

وعن جابر بن عبدالله قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول إذا خطب : أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْأُمُورِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ 
أخرجه مسلم

Daripada Jabir bin Abdullah RA: Adalah Nabi SAW berkhutbah:
"Amma ba'du...sesungguhnya sebaik-baik perkara ialah Kitab Allah, sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan ialah perkara yang baru diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.
(Hadith Riwayat Muslim)

Menyesatkan manusia dan menjauhkan mereka dari jalan Allah

...وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ
(119 ) سورة الأنعام

…Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
(Al-An'aam: 119)

Menjadi pelaku kerosakan ke atas kehidupan

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ ﴿٧١﴾سورة المؤمنون

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
(Al-Mukminun: 71)

Menjadi penghuni neraka di akhirat

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
(٢٦) سورة ص

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.
(Shaad: 26)

Beruntunglah siapa yang berjaya mendidik,mengasuh, mengekang, menundukkan nafsunya. Syurga baginya sebagai tempat tinggal di akhirat...

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ﴿٧﴾ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ﴿٨﴾ قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ﴿٩﴾ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا 
﴿١٠﴾ سورة الشمس

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)(7) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.(8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,(9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(10)
(As-Syams: 7-10)

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾ سورة النازعات

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,(40) maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).(41)
(An-Nazi'at: 40-41)

أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾ سورة الفجر 

Hai nafsu yang tenang (27) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.(28) Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku(29) masuklah ke dalam surga-Ku.(30)
(Al-Fajr: 27-30)

Selamat Hari Ibu

Saturday, 9 May 2015

Bahagian ketiga : Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

20 Rejab 1436H
09 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian ketiga)
Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

Ditunggangi syaitan dan memandang baik amalan buruknya

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ كَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُم
﴿١٤﴾ سورة محمد

Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?
(Muhammad: 14)

Hati tertutup dari menerima kebenaran

أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّـهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ
﴿١٦﴾سورة محمد

Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.
(Muhammad: 17)

Meninggalkan ketaatan dan ketaqwaan

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
(59) سورة مريم

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
(Maryam: 59)

Hati jadi berpenyakit sehingga tidak kenal lagi antara yang perkara baik dan buruk...

Di antaranya penyakit lemah dan malas.....

فقد روى الحاكم والبيهقي عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول: اللهم إني أعوذ بك من العجز والكسل ...،،

Diriwayatkan daripada Al Hakim dan Baihaqi daripada Anas, bahawa Nabi SAW bersabda : "Ya Allah Aku berlindung denganmu daripada lemah dan malas..."

عن حُذَيْفَةُ قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُول: [ تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتْ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ ] 
أخرجه البخاري ومسلم والترمذي وابن ماجة وأحمد .

Dari Hudzaifah RA, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda maksudnya:
"Fitnah-fitnah akan mendatangi hati bagaikan anyaman tikar yang tersusun seutas demi seutas. Maka hati mana saja yang menyerapnya akan ditorehkan padanya satu titik hitam. Dan hati mana saja yang mengingkarinya akan ditorehkan padanya satu titik putih hingga menjadilah keadaan dua jenis hati tadi, hati yang sangat putih bagaikan batu putih yang sangat licin, tidak akan ada satu fitnahpun yang akan memudaratkannya selama langit dan bumi masih ada. Sedangkan hati yang lain adalah hati yang hitam dan kotor, bagaikankan gelas yang terbalik. Hati yang tidak mengetahui perkara yang makruf dan tidak pula mengingkari perkara yang mungkar, kecuali yang sesuai dengan hawa nafsunya".
(Hadith Riwayat AlBukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Memandang remeh dosa maksiat

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ فِي أَصْلِ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ وَقَعَ عَلَى أَنْفِهِ قَالَ بِهِ هَكَذَا فَطَارَ 
أخرجه البخاري والترمذي .

Daripada Abdullah Ibnu Mas'ud RAhumma, Rasulullah SAW bersabda:
"Dosa dilihat oleh seorang beriman bagaikan bukit yang besar yang dibimbangi akan menghempap dirinya...namun bagi seorang fajir (pendosa) dosa hanya bagaikan lalat kecil yang kecil yang hinggap di batang hidungnya lalu ia menepis2".
(Hadith Riwayat Al-Bukhari dan  AthTirmidzi)

(Bersambung esok bahagian akhir)

Friday, 8 May 2015

Bahagian kedua : Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

19 Rejab 1436H
08 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian kedua)
Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

عن فَضَالَة بْنَ عُبَيْدٍ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي اللَّهِ
أخرجه ابو داود وابن حبان

Dari Fadhalaah bin 'Ubaid berkata ia: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : " Mujahid itu ialah seorang yang menunduk dan memaksa nafsunya pada (mentaati) Allah".
(Hadith Riwayat Abu Daud dan Ibnu Hibban)

قال الإمام المحقق ابن القيم: وسمعت شيخنا يعني شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه يقول : جهاد النفس والهوى أصل جهاد الكفار والمنافقين ، فإنه لا يقدر على جهادهم حتى يجاهد نفسه وهواه أولا حتى يخرج إليهم ، فمن قهر هواه عز وساد ، ومن قهره هواه ذل وهان وهلك وباد

Berkata Imam Muhaqqiq Ibnul Qayyim: "Aku mendengar Syeikh kami Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah QR berkata: " Jihad terhadap hawa nafsu adalah asal kepada jihad menentang golongan kafir dan munafiq. Kerana sesungguhnya seseorang itu tidak akan mampu melakukan jihad menentang kafir dan munafiq sehinggalah jihad hawa nafsu dilaksanakan dulu hingga ia keluar menentang mereka. Maka siapa yang mampu mengalakan hawa nafsunya, dia mulia dan hebat . Siapa yang dikalahkan oleh hawa nafsunya, dia hina, binasa dan hodoh".

Kegagalan dan kelemahan diri seorang muslim dalam bermujahadah mendidik nafsu akan menjadikan jiwanya lemah dalam menjunjung ketaqwaan. Bahkan membawa padah yang buruk dan besar kepada kehidupannya di dunia juga di akhirat.

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
(26) سورة ص 

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.
(Shaad: 26)

Di antara akibat dan padah buruk mengikut nafsu...

Tunduk patuh...menjadi hamba kepada segala keinginan hawa nafsu...

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا (43) أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا (44) سورة الفرقان

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,(43) atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).(44)
(Al-Furqan: 43-44)

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ(23) سورة الجاثية .

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
(Al-Jathiyah: 23)

Mengikut jalan kesesatan

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (50) سورة القصص

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
(Al-Qasas: 50)

(Bersambung esok bahagian ketiga)

Thursday, 7 May 2015

Bahagian 1 : Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

18 Rejab 1436H
07 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian pertama)
Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu...

Al-Imam Al-Hafizh Syamsuddin Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata ( dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin ) :

"Hawa nafsu adalah kecenderungan diri terhadap apa-apa yang sesuai dengan kehendaknya. Kecenderungan ini telah diciptakan di dalam diri manusia demi kelangsungan hidup mereka. Kerana apabila tidak ada kecenderungan (nafsu) terhadap makanan, minuman dan keperluan kelamin maka mereka tidak akan makan, tidak minum dan tidak pula menikah. Hawa nafsu mendorongnya terhadap apa yang dikehendakinya itu. Sebagaimana sifat marah mencegahnya dari hal-hal yang menyakitinya. Oleh itu tidak boleh mencela hawa nafsu secara mutlak dan tidak boleh pula memujinya secara mutlak. Sebagaimana perasaan marah tidak boleh dicela secara mutlak dan tidak pula dipuji secara mutlak. Namun kebisaaan orang yang mengikuti hawa nafsu, syahwat dan emosinya tidak dapat berhenti sampai pada batas yang bermanfaat saja maka dari itulah hawa nafsu, syahwat dan amarah dicela, karena besarnya mudharat (keburukan) yang ditimbulkannya. Dan juga jarang sekali ditemui orang yang dapat berlaku adil dan berhenti pada batas positif bila telah dikuasai oleh hawa nafsu, syahwat dan amarah".

Justeru, Allah ta’ala selalu mencela hawa nafsu dalam Al Quran.

فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَن تَعْدِلُوا (١٣٥) سورة النساء
Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.
(An-Nisa': 135)

Demikian juga dalam Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, selalu dicela oleh Rasul SAW, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ شَهَوَاتُ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ ، وَفِي فُرُوجِكُمْ ، وَمُضِلاتِ الْهَوَى "

رواه احمد

Daripada Abu Barrazah Al Aslami , Rasululullah SAW bersabda:

"Yang paling aku khawatir ke atas kamu ialah syahwat yang jahat dalam perutmu dan kemaluanmu, juga hawa hafsu yang menyesatkan".
(Hadith Riwayat Ahmad)

Namun Allah Ta'ala juga memberi rahmatNya kepada nafsu hamba-hamabaNya yang dipilih dan memuji nafsu yang muthmainnah (tenang)...

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٥٣) سورة يوسف

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Yusuf: 53)

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ سورة الفجر

Hai jiwa yang tenang (27) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.(28)
(Al-Fajr: 27-28)

Oleh itu, nafsu wajib dididik, diasuh dan dimujahadahkan supaya tunduk kepada syariat Allah Ta'ala.

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( لا يُؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به )

حديث صحيح رواه الأصفهاني وأخرجه الطبراني

Daripada Abdullah ibnu Amru bin 'As RAhumma, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak sempurna iman kamu hingga menjadikan hawa nafsunya selalu tunduk mengikuti ajaran yang ku bawa.”
(Hadith Riwayat Al-Asfahani dan At-Thabarani)

(Bersambung esok bahagian kedua)

Wednesday, 6 May 2015

13 pesanan Dato' Fadzilah Kamsah dalam mendidik anak-anak kaedah Islam

Anak-anak yang nakal semasa kecil, akan menjadi orang dewasa yang bijaksana. Jadi tukar paradigma tentang anak anda itu. Fikiran dan kata-kata ibubapa adalah DOA YANG MAKBUL.

Sabda Nabi SAW:

Allah SWT bertindak seperti mana yang difikirkan oleh hambaNya. Nabi pesan, anak berumur 1 – 7 tahun, didik dengan kasih sayang dan banyak bergurau. Jadi bagi sesiapa yang selalu memukul anak, mulai hari ini jangan lagi memukul anak anda itu. Besar kemungkinan dia RASA CEMBURU KEPADA ADIK. Sejak ada adik, ibubapa banyak melebihkan adik tanpa sedar. Dia rasa terbiar. Pada abang atau kakak ni, kena marah atau pukul adalah PERHATIAN DARIPADA IBUBAPA! Amat sedih bila ini berlaku!

Di antara perkara yang boleh dilakukan untuk bantu anak anda yang nakal untuk mendengar cakap dan terlalu manja:

1. Pastikan dia makan malam sebelum maghrib seperti yang Nabi SAW sarankan supaya mudah belajar waktu malam. Makan malam lepas maghrib buat anak mudah letih dan mengantuk bila belajar. Makanan hadam selepas 1½ jam makan. Jadi anak boleh belajar dengan berkesan dan fokus jika belajar 1 ½ jam selepas makan malam.Pastikan dia kurang makan daging merah, banyakkan daging putih seperti ayam dan ikan. Daging merah buat anak pemarah dan agrasif serta mudah melawan cakap. Pastikan mereka makan buah SEBELUM makan nasi agar badan dapat serap Vitamin C yang ada dalam buah-buahan. Vitamin C membantu tenangkan fikiran anak di samping jaga
kulit.

2. Banyakkan memeluk anak. Anak yang sering dipeluk akan tenang, kurang degil, rasa selamat dan disayangi serta tidak perlu nak buat nakal.

3. Pesan kepada anak untuk menghadap Qiblat semasa belajar atau mengaji, ini akan tingkatkan keberkatan dalam belajar.

4. Sebelum belajar, baca doa-doa penerang hati termasuk surah Al-Insyirah. Nabi suruh Ali RA baca surah Al-Insyirah untuk kuat ingatan mudah faham, jadi tenang, mudah patuh arahan ibubapa dan tidak banyak meragam.5. Letak pokok hidup, seperti pokok keladi air, di kanan dan kiri meja tempat anak belajar untuk bekalkan oksigen kepada otak anak semasa belajar.

6. Beri anak supplement yang dapat menguatkan minda, tenangkan emosi, lembutkan hati dan kuatkan daya ingatannya.

7. Bacakan di kepala anak: Al-Fatihah, ayar Qursi dan surah Al-Insyirah untuk rangsang otak dan memori anak dan jadikan dia anak yang tenang, baik akhlak, dengar cakap ibubapa dan pintar. Bacakan waktu malam semasa nak belajar dan waktu anak nak pergi tadika/ sekolah.

8. Elakkan anak memakai pakaian berwarna merah atau oren. Ikut kajian, warna merah dan oren akan rangsang anak jadi agresif dan hiperaktif.

9. Suruh anak tidur mengiring ke kanan agar otak jadi lebih pintar, puas tidur dan ikut sunnah Nabi SAW.

10. Pastikan rezeki yang ibubapa terima benar-benar berkat dengan mengelakkan perkara haram dan syubahat serta keluarkan zakat pendapatan dan zakat-zakat yang berkenaan. Rezki yang kurang berkat juga jadi punca anak jadi agrasif, tidak dengar cakap ibubapa dan extra nakal.

11. Ibubapa baik pulih diri secara bersepadu agar Allah SWT ubah anak-anak jadi hebat dan cemerlang. Prinsip hidup: Jika baik pulih diri kita secara bersepadu, Allah SWT akan ubah anak-anak dan semua orang di sekeliling kita. Juga, semakin rapat kita dengan Allah SWT, maka Allah SWT akan perbaiki hubungan kita dengan semua orang.Mulai hari ini baik pulih diri secara menyeluruh dengan:

1. Jaga solat 5 waktu dan lakukan solat-solat sunat qabliah dan ba’diah untuk menampung segala kekurangan dalam solat-solat fardhu kita.

2. Solat taubat dan istighfar 70 kali sehari setiap hari. Lakukan juga solat hajat, istikharah dan tutup dengan solat WITIR setiap malam. Nabi SAW suruh kita untuk solat witir setiap malam sebagai pembalut kepada semua amalan kita setiap hari untuk dipersembahkan kepada Allah SWT.

3. Maafkan semua orang setiap malam sebelum tidur agar hati jadi bersih, badan sihat, wajah jadi anggun, doa dimakbulkan, semua orang sayang dan anak dengar cakap kita.

4. Untuk merangsang ahli keluarga supaya solat dan elok perangai, bacalah Surah Ibrahim (ayat 40). Ini memang doa khas untuk mohon agar diri dan keluarga jaga solat.

5. Baca Doa Pembuka 12 Pintu, Doa Membuang Sifat Negatif, Bismillah 5 dan Ayat Qursi. Pengalaman menunjukkan sesiapa yang mengamalkan doa-doa tersebut, maka orang bujang akan bertemu jodoh, suami isteri akan bertambah sayang, orang bergaduh akan jadi damai, selesai masalah, langsai hutang, anak-anak jadi hebat dan soleh, hilang perangai buruk seperti enggan solat, dan sebagainya.

6. Pagar diri dengan Fatihah and Surah 3 Qul, hembus tapak tangan dan sapu seluruh badan. Ini akan menghindar daripada gangguan manusia, binatang, jin dan sihir.

7. Lembutkan hati anak kita atau orang lain dengan Fatihah, Surah Al-Hasyr (ayat 21-24), Surah Ta Ha (ayat 1-5),Ayat Qursi dan hembus ke badan, makanan, gambar atau pakaian yang sudah dipakai sebelum dicuci atau sekadar menghembus ke arah orang itu dari jauh.

8. Layan anak lebih baik daripada biasa agar dia rasa bersalah jika ingkar perintah ibubapa.

9. Setiap kali nak masuk rumah, pesan kepada semua ahli keluarga kita untuk baca Bismillah 3 kali, senyum, beri salam dan masuk dengan melangkah kaki kanan dahulu. Ini akan menghindarkan syaitan bernama DASIM daripada masuk ke kepala kita dan ganggu manusia supaya berkonflik, suami isteri supaya bergaduh hingga bercerai berai, anak-anak melawan ibubapa, anak-anak bergaduh sesama sendiri, anak-anak jadi extra nakal, dan sebagainya.

10. Setiap kali nak nasihati anak, nak suruh anak solat atau belajar, bacalah 3 Nama Allah: Ya ‘Aziz, Ya Jabbar, Ya Mutakabbir dan hembus ke arah dia jika masih jauh atau berdehem depannya jika sudah berhadapan. Ini akan melembutkan hatinya agar dapat mendengar cakap atau hujah ibu.

11. Jika terlalu sedih atau tertekan, bacalah 3 doa Nabi SAW:
“Inna lillahi wainna ilahi rojiuun. Ya Allah, aku redha dengan segala ujianMu, berilah aku pahala atas redha ini. Ya Allah, aku ada masalah anak sukar nak dengar cakap ibubapa. Ya Allah, Kau bantulah selesaikan masalahku. Kau jadikan dia anak yang soleh, sabar, pintar, baik akhlak, mendengar cakap ibubapa, rajin belajar dan sebagainya. Insya Allah hati akan tenang dan doa akan dimakbulkan.

12. Baca Al-Fatihah, Ayat Qursi dan Surah Al-Insyirah dan hembus atas kepala anak kita setiap hari hingga aqil baligh. Ini akan membantu dia jadi anak yang soleh, pintar, berakhlak mulia dan taat kepada ibubapa.

13. Cuba nasihati anak semasa dia tidur dengan berbisik di telinganya atau sekadar bercakap dalam hati. Nasihatkan agar jadi anak yang baik, sopan santun, dengar cakap ibubapa, dan sebagainya. Ikut kajian dan pengalaman peribadi saya, jika kita istiqamah menasihati anak kita semasa mereka tidur, anak-anak insya Allah akan berubah menjadi anak yang baik.

Cuba amalkan selama 40 hari, kerana tabiat baru terbentuk dalam masa 40 hari. Insya Allah segala masalah anak yang keluarga anda hadapi akan selesai langkah demi langkah.

Selamat beramal dan moga berjaya, WASSALAM

Sumber Inspirasi Dan Motivasi: Prof. Madya Dato’ Dr. Mohd. Fadzilah Kamsah