Showing posts with label Nasihat. Show all posts
Showing posts with label Nasihat. Show all posts

Monday, 21 September 2015

Keyakinan Tauhid

...apa sahaja yang dipandang...yang didengar ...di situ adanya tanda-tanda kewujudan Allah ta'ala dan tanda- tanda kebesaranNya..yang membawa keyakinan tauhid dan ketundukan kerendahan hati pada Nya...

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ﴿٥٣﴾

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Fussilat : 53

Namun....pandangan mata, pendengaran telinga dan keyakinan hati sering terhijab oleh syubhat kufur, syirik dan nifaq serta kejahilan.....

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ ﴿٢٣﴾

Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

Al Mulk : 23

...juga hijab dunia dan nafsu..

الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَـٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ ﴿٥١﴾

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Al A'raaf: 51

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٥٣﴾

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

Yusuf : 53

...sedangkan Dia ' tersangat hampir ' kepada hambaNya...

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Qaaf : 16

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ﴿٨٣﴾ وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ ﴿٨٤﴾ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ ﴿٨٥﴾

Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,(83) padahal kamu ketika itu melihat,(84) dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,(85)

Al Wai'ah : 83-85

.... Hati manusialah yang sebenarnya buta..

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَـٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ﴿٤٦﴾

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Al Hajj : 46

Justeru... suluhilah makrifat hati dengan ilmu..bermujahadahlah tanpa penat dan jemu...hampirilah Dia dengan amal dan ibadahmu...perhalusilah perasaanmu padaNya...nescaya engkau bakal dipenuhi dengan cahaya petunjukNya...

Thursday, 14 May 2015

Bahagian pertama : Golongan yang berjaya, beroleh kemenangan…

24 Rejab 1436H
13 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian pertama)
Golongan yang berjaya, beroleh kemenangan…

Dalam Al Quran banyak kalimah digunakan untuk menggambarkan golongan yang berjaya. Di antaranya ialah ( المفلحون ) yang berasal dari kata dasarnya ( افلح ). Kalimah ini menggambarkan mereka yang berjaya adalah mereka memiliki sifat-sifat tertentu yang ditentukan oleh Allah Ta’ala. Dan kejayaannya itu dijamin dengan balasan setimpal di akhirat.

Firman Allah Ta’ala:

الم ﴿١﴾ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُولَـٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾

Alif, Laam, Miim. Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa; Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib, dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab "Al-Quran" yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad), dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya). Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang berjaya
(Al-Baqarah: 1-5)

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٥٧﴾

"Iaitu orang-orang yang mengikut Rasulullah (Muhammad s.a.w) Nabi yang Ummi, yang mereka dapati tertulis (namanya dan sifat-sifatnya) di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. Ia menyuruh mereka dengan perkara-perkara yang baik, dan melarang mereka daripada melakukan perkara-perkara yang keji; dan ia menghalalkan bagi mereka segala benda yang baik, dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang buruk; dan ia juga menghapuskan dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, dan memuliakannya, juga menolongnya, serta mengikut nur (cahaya) yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang berjaya.
(Al-A’raaf: 157)

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٠٤﴾

Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.
(Ali ‘Imran: 104)

لَـٰكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُولَـٰئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴿٨٨﴾

(Mereka tetap tinggal) tetapi Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersamanya, berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka; dan mereka itulah orang-orang yang mendapat kebaikan, dan mereka itulah juga yang berjaya.
(At-Taubah: 88)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّـهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٢٠٠﴾

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).
(Ali ‘Imran: 200)

(Bersambung esok bahagian akhir)

Tuesday, 12 May 2015

Hidup Mulia, Mati Syahid

23 Rejab 1436H
12 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

Hidup Mulia, Mati Syahid

عِشْ كريما أو مُتْ شهيدا

Motto “hidup mulia atau mati syahid”, ini adalah bersumberkan nasihat Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Salaam kepada Umar bin Al Khatthab radhiyallahu anhu. Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رَأَى عَلَى عُمَرَ قَمِيصًا أَبْيَضَ فَقَالَ « ثَوْبُكَ هَذَا غَسِيلٌ أَمْ جَدِيدٌ ». قَالَ لاَ بَلْ غَسِيلٌ. قَالَ « الْبَسْ جَدِيدًا وَعِشْ حَمِيدًا وَمُتْ شَهِيدًا »

“Bahawa Rasulullah salallahu ‘alaihi wa Salaam melihat Umar radhiyallahu anhu memakai gamis putih, maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Salaam berkata: “bajumu itu bekas dicuci atau baru?”, Umar radhiyallahu anhu menjawab : ‘tidak.. ini bekas dicuci’. Nabi salallahu ‘alaihi wa salaam bersabda: “pakailah pakaian baru, dan hiduplah mulia atau matilah sebagai syahid”.

Tidak ada kehidupan yang lebih mulia bagi seorang hamba Allah selain hidup menjunjung seluruh perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّـهِ أَتْقَاكُمْ ۚ

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.
(Al-Hujurat: 13)

Justeru berusahalah untuk seluruh hidup...

كن مسلما مؤمنا متقيا داعيا مجاهدا

Jadilah seorang muslim mukmin muttaqi daa'ie mujahid.

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّـهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١١٢﴾

(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(Al-Baqarah: 112)

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman".
(Al-Mukminun: 1)

بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ ﴿٧٦﴾ 

(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
(Ali 'Imran: 76)

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّـهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ ﴿٣٣﴾ 

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"
(Fussilst: 33)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ أُولَـٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّـهِ ۚ وَاللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٢١٨﴾

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-Baqarah : 218)

Sunday, 10 May 2015

Bahagian akhir : Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

21 Rejab 1436H
10 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian akhir)
Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

Menjadi pelaku bid'ah terhadap agama Allah

وعن جابر بن عبدالله قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول إذا خطب : أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْأُمُورِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ 
أخرجه مسلم

Daripada Jabir bin Abdullah RA: Adalah Nabi SAW berkhutbah:
"Amma ba'du...sesungguhnya sebaik-baik perkara ialah Kitab Allah, sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan ialah perkara yang baru diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.
(Hadith Riwayat Muslim)

Menyesatkan manusia dan menjauhkan mereka dari jalan Allah

...وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ
(119 ) سورة الأنعام

…Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
(Al-An'aam: 119)

Menjadi pelaku kerosakan ke atas kehidupan

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ ﴿٧١﴾سورة المؤمنون

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
(Al-Mukminun: 71)

Menjadi penghuni neraka di akhirat

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
(٢٦) سورة ص

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.
(Shaad: 26)

Beruntunglah siapa yang berjaya mendidik,mengasuh, mengekang, menundukkan nafsunya. Syurga baginya sebagai tempat tinggal di akhirat...

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ﴿٧﴾ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ﴿٨﴾ قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ﴿٩﴾ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا 
﴿١٠﴾ سورة الشمس

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)(7) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.(8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,(9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(10)
(As-Syams: 7-10)

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾ سورة النازعات

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,(40) maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).(41)
(An-Nazi'at: 40-41)

أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾ سورة الفجر 

Hai nafsu yang tenang (27) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.(28) Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku(29) masuklah ke dalam surga-Ku.(30)
(Al-Fajr: 27-30)

Selamat Hari Ibu

Saturday, 9 May 2015

Bahagian ketiga : Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

20 Rejab 1436H
09 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian ketiga)
Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

Ditunggangi syaitan dan memandang baik amalan buruknya

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ كَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُم
﴿١٤﴾ سورة محمد

Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?
(Muhammad: 14)

Hati tertutup dari menerima kebenaran

أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّـهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ
﴿١٦﴾سورة محمد

Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.
(Muhammad: 17)

Meninggalkan ketaatan dan ketaqwaan

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
(59) سورة مريم

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
(Maryam: 59)

Hati jadi berpenyakit sehingga tidak kenal lagi antara yang perkara baik dan buruk...

Di antaranya penyakit lemah dan malas.....

فقد روى الحاكم والبيهقي عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول: اللهم إني أعوذ بك من العجز والكسل ...،،

Diriwayatkan daripada Al Hakim dan Baihaqi daripada Anas, bahawa Nabi SAW bersabda : "Ya Allah Aku berlindung denganmu daripada lemah dan malas..."

عن حُذَيْفَةُ قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُول: [ تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتْ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ ] 
أخرجه البخاري ومسلم والترمذي وابن ماجة وأحمد .

Dari Hudzaifah RA, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda maksudnya:
"Fitnah-fitnah akan mendatangi hati bagaikan anyaman tikar yang tersusun seutas demi seutas. Maka hati mana saja yang menyerapnya akan ditorehkan padanya satu titik hitam. Dan hati mana saja yang mengingkarinya akan ditorehkan padanya satu titik putih hingga menjadilah keadaan dua jenis hati tadi, hati yang sangat putih bagaikan batu putih yang sangat licin, tidak akan ada satu fitnahpun yang akan memudaratkannya selama langit dan bumi masih ada. Sedangkan hati yang lain adalah hati yang hitam dan kotor, bagaikankan gelas yang terbalik. Hati yang tidak mengetahui perkara yang makruf dan tidak pula mengingkari perkara yang mungkar, kecuali yang sesuai dengan hawa nafsunya".
(Hadith Riwayat AlBukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Memandang remeh dosa maksiat

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ فِي أَصْلِ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ وَقَعَ عَلَى أَنْفِهِ قَالَ بِهِ هَكَذَا فَطَارَ 
أخرجه البخاري والترمذي .

Daripada Abdullah Ibnu Mas'ud RAhumma, Rasulullah SAW bersabda:
"Dosa dilihat oleh seorang beriman bagaikan bukit yang besar yang dibimbangi akan menghempap dirinya...namun bagi seorang fajir (pendosa) dosa hanya bagaikan lalat kecil yang kecil yang hinggap di batang hidungnya lalu ia menepis2".
(Hadith Riwayat Al-Bukhari dan  AthTirmidzi)

(Bersambung esok bahagian akhir)

Friday, 8 May 2015

Bahagian kedua : Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

19 Rejab 1436H
08 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian kedua)
Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

عن فَضَالَة بْنَ عُبَيْدٍ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي اللَّهِ
أخرجه ابو داود وابن حبان

Dari Fadhalaah bin 'Ubaid berkata ia: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : " Mujahid itu ialah seorang yang menunduk dan memaksa nafsunya pada (mentaati) Allah".
(Hadith Riwayat Abu Daud dan Ibnu Hibban)

قال الإمام المحقق ابن القيم: وسمعت شيخنا يعني شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه يقول : جهاد النفس والهوى أصل جهاد الكفار والمنافقين ، فإنه لا يقدر على جهادهم حتى يجاهد نفسه وهواه أولا حتى يخرج إليهم ، فمن قهر هواه عز وساد ، ومن قهره هواه ذل وهان وهلك وباد

Berkata Imam Muhaqqiq Ibnul Qayyim: "Aku mendengar Syeikh kami Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah QR berkata: " Jihad terhadap hawa nafsu adalah asal kepada jihad menentang golongan kafir dan munafiq. Kerana sesungguhnya seseorang itu tidak akan mampu melakukan jihad menentang kafir dan munafiq sehinggalah jihad hawa nafsu dilaksanakan dulu hingga ia keluar menentang mereka. Maka siapa yang mampu mengalakan hawa nafsunya, dia mulia dan hebat . Siapa yang dikalahkan oleh hawa nafsunya, dia hina, binasa dan hodoh".

Kegagalan dan kelemahan diri seorang muslim dalam bermujahadah mendidik nafsu akan menjadikan jiwanya lemah dalam menjunjung ketaqwaan. Bahkan membawa padah yang buruk dan besar kepada kehidupannya di dunia juga di akhirat.

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
(26) سورة ص 

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.
(Shaad: 26)

Di antara akibat dan padah buruk mengikut nafsu...

Tunduk patuh...menjadi hamba kepada segala keinginan hawa nafsu...

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا (43) أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا (44) سورة الفرقان

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,(43) atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).(44)
(Al-Furqan: 43-44)

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ(23) سورة الجاثية .

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
(Al-Jathiyah: 23)

Mengikut jalan kesesatan

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (50) سورة القصص

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
(Al-Qasas: 50)

(Bersambung esok bahagian ketiga)

Thursday, 7 May 2015

Bahagian 1 : Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu

18 Rejab 1436H
07 Mei 2015M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم

(Bahagian pertama)
Jiwa manusia jadi lemah bila HATI mengikut hawa nafsu...

Al-Imam Al-Hafizh Syamsuddin Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata ( dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin ) :

"Hawa nafsu adalah kecenderungan diri terhadap apa-apa yang sesuai dengan kehendaknya. Kecenderungan ini telah diciptakan di dalam diri manusia demi kelangsungan hidup mereka. Kerana apabila tidak ada kecenderungan (nafsu) terhadap makanan, minuman dan keperluan kelamin maka mereka tidak akan makan, tidak minum dan tidak pula menikah. Hawa nafsu mendorongnya terhadap apa yang dikehendakinya itu. Sebagaimana sifat marah mencegahnya dari hal-hal yang menyakitinya. Oleh itu tidak boleh mencela hawa nafsu secara mutlak dan tidak boleh pula memujinya secara mutlak. Sebagaimana perasaan marah tidak boleh dicela secara mutlak dan tidak pula dipuji secara mutlak. Namun kebisaaan orang yang mengikuti hawa nafsu, syahwat dan emosinya tidak dapat berhenti sampai pada batas yang bermanfaat saja maka dari itulah hawa nafsu, syahwat dan amarah dicela, karena besarnya mudharat (keburukan) yang ditimbulkannya. Dan juga jarang sekali ditemui orang yang dapat berlaku adil dan berhenti pada batas positif bila telah dikuasai oleh hawa nafsu, syahwat dan amarah".

Justeru, Allah ta’ala selalu mencela hawa nafsu dalam Al Quran.

فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَن تَعْدِلُوا (١٣٥) سورة النساء
Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.
(An-Nisa': 135)

Demikian juga dalam Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, selalu dicela oleh Rasul SAW, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ شَهَوَاتُ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ ، وَفِي فُرُوجِكُمْ ، وَمُضِلاتِ الْهَوَى "

رواه احمد

Daripada Abu Barrazah Al Aslami , Rasululullah SAW bersabda:

"Yang paling aku khawatir ke atas kamu ialah syahwat yang jahat dalam perutmu dan kemaluanmu, juga hawa hafsu yang menyesatkan".
(Hadith Riwayat Ahmad)

Namun Allah Ta'ala juga memberi rahmatNya kepada nafsu hamba-hamabaNya yang dipilih dan memuji nafsu yang muthmainnah (tenang)...

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٥٣) سورة يوسف

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Yusuf: 53)

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ سورة الفجر

Hai jiwa yang tenang (27) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.(28)
(Al-Fajr: 27-28)

Oleh itu, nafsu wajib dididik, diasuh dan dimujahadahkan supaya tunduk kepada syariat Allah Ta'ala.

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( لا يُؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به )

حديث صحيح رواه الأصفهاني وأخرجه الطبراني

Daripada Abdullah ibnu Amru bin 'As RAhumma, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak sempurna iman kamu hingga menjadikan hawa nafsunya selalu tunduk mengikuti ajaran yang ku bawa.”
(Hadith Riwayat Al-Asfahani dan At-Thabarani)

(Bersambung esok bahagian kedua)

Friday, 20 February 2015

Jangan Simpan Pisang Dalam Peti Sejuk

Perhatian:
Jangan sekali-kali menyimpan pisang dalam peti sejuk. Lepas baca anda semua pasti akan pandang tinggi pada buah pisang.

Pisang mengandungi 3 jenis gula semulajadi – sukrosa, fruktosa dan glukosa yang digabungkan dengan gentian. Pisang memberikan tenaga kepada manusia dengan kadar segera dan berterusan. Kajian yang telah dibuat menunjukkan bahawa 2 biji pisang mempunyai cukup tenaga untuk senaman selama 90 minit. Tidak hairanlah pisang dijadikan buah utama kepada atlit terkenal dunia. Bukan itu saja, malah pisang juga amat sesuai untuk mencegah dan merawat beberapa jenis penyakit, menjadikannya amat sesuai dalam pemakanan kita seharian.

Tekanan:
Merujuk kepada survey terbaru yang dijalankan oleh MIND terhadap pesakit-pesakit tekanan jiwa, kebanyakan daripada mereka kembali pulih selepas makan pisang. Ini kerana pisang mengandungi tryptophan, iaitu sejenis protin yang bertukar kepada serotonin dalam tubuh manusia, yang menyebabkan kita tenang, mengembalikan mud dan secara amnya membuatkan kita berasa gembira.

PMS:
Lupakan pil-pil hospital – makan sahaja pisang. Vitamin B6 yang terkandung mampu meneutralkan paras glukosa dalam darah, yang boleh mengembalikan mood anda.

Anemia:
Dengan kandungan zat besi yang tinggi, pisang mampu mengawal pertumbuhan hemoglobin dalam darah, yang secara tak langsung membantu dalam kes-kes anemia.

Tekanan Darah Tinggi:
Buah tropikal unik ini mengandungi kadar potassium yang tinggi – garam rendah, menjadikannya sempurna untuk menstabilkan tekanan darah.

Kuasa Minda:
Kajian dibuat terhadap 200 pelajar di sebuah sekolah di mana semasa peperiksaan dijalankan, mereka diberi makan pisang untuk sarapan, rehat, dan makan tengahari. Keputusannya, buah pisang yang mengandungi kadar potassium yang tinggi dapat membantu pembelajaran dengan menjadikan pelajar-pelajar itu lebih cekap (alert).

Penghadaman:
Gentian tinggi, jadikan pisang sebagai diet seharian anda pasti membantu menstabilkan tindakan usus kecil dan besar.

Keletihan:
Salah satu cara terbaik untuk mengurangkan keletihan ialah dengan membuat minuman pisang susu campur madu. Pisang bertindak menyejukkan perut dan dengan bantuan madu dapat membina semula kandungan gula dalam darah yang berkurangan akibat keletihan, manakala susu pula memperbetulkan sistem hidrasi semula anda.

Panas Jantung:
Pisang mempunyai kesan anti-asid semulajadi dalam badan. Oleh itu, jika anda menghadapi rasa panas di jantung, cuba makan pisang untuk pemulihan yang baik.

Demam Pagi:
Jadikan pisang sebagai snek setiap hari untuk membantu memelihara kadar gula dalam darah untuk mengelakkan demam pagi.

Gigitan Nyamuk:
Sebelum menggunakan krim gigitan serangga, cuba sapukan kawasan bekas gigitan nyamuk dengan lapisan dalam kulit pisang. Ramai yang telah berjaya mengatasi kegatalan akibat gigitan nyamuk dengan cara ini.

Saraf:
Pisang mengandungi kadar vitamin B yang tinggi yang dapat membantu menenangkan sistem saraf anda.

Obesiti dan Tekanan Kerja:
Kajian di Institut Psikologi di Austria mendapati tekanan kerja menjadi pemangkin kepada pengambilan makanan seperti coklat dan kerepek. Berdasarkan 5,000 pesakit hospital, kajian mendapati kebanyakan pesakit obes membuat kerja-kerja tekanan tinggi. Laporan juga menyatakan, untuk mengatasi masalah ini, kita perlu mengawal kadar gula dalam darah dengan mengambil makanan karbohidrat tinggi setiap 2 jam untuk mengekalkan kadar yang stabil. Makanlah pisang.

Ulser:
Pisang amat baik dalam pencegahan ulser kerana ia bersifat lembut dan tidak mencederakan organ dalaman kita. Ia juga bertindak sebagai peneutral lebihan asid serta mengurangkan kepedihan dengan bertindak menyaluti lapisan dinding perut kita.

Kawalan Suhu:
Ramai yang percaya bahawa dengan memakan pisang, ia dapat menurunkan suhu kedua-dua fizikal dan emosi kepada ibu-ibu mengandung. Di Thailand sebagai contoh, ibu mengandung mengambil pisang untuk memastikan bayi yang dilahirkan itu menjadi seorang yang penyabar (cool).

Seasonal Affective Disorder (SAD):
Penyakit ini merupakan simptom yang terjadi akibat daripada kurangnya pendedahan kepada cahaya matahari. Pisang dapat membantu pesakit ini kerana ia mengandungi tryptophan semulajadi yang membaikpulih mud kita.

Ketagihan Rokok & Tembakau:
Pisang dapat membantu perokok yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6, B12, potassium dan magnesium yang terdapat dalam pisang, ia dapat membantu tubuh kita dalam membaikpulih kesan nikotin terhadap tubuh.

Stres:
Potassium merupakan bahan mineral vital, yang membantu menormalkan degupan jantung, menghantar oksigen kepada otak dan mengimbangi kandungan air dalam tubuh. Bila kita stres, kadar metabolisma kita naik, menyebabkan kadar potassium menurun. Keadaan ini dapat diimbangi semula dengan bantuan snek pisang yang tinggi potassium.

Strok:
Mengikut kajian dalam buku ‘The New England Journal of Medicine‘, mengambil pisang sebagai diet harian mampu mengurangkan risiko kematian akibat strok sebanyak 40%!

Lain-lain Penyakit Kulit:
Pengamal perubatan semulajadi (alternatif) berpendapat, untuk menghilangkan pelbagai masalah kulit, termasuk jerawat, kudis, parut, kurap, dan sebagainya, ambil sekeping kulit pisang, tampalkan sebelah dalam kulit pisang itu pada tempat yang ingin dirawat dengan menggunakan plaster luka biasa atau pun plaster bedah.

Jadi, pisang memang merupakan ubat semulajadi kepada banyak penyakit. Jika dibandingkan dengan epal, pisang mempunyai 4 kali ganda kandungan protin, 2 kali karbohidrat, 3 kali fosforus, 5 kali vitamin A dan zat besi, dan 2 kali vitamin dan mineral lain. Ia juga kaya dengan potassium dan merupakan salah satu makanan terbaik yang mudah didapati.

Jadi mungkin inilah masa untuk berubah kepada kata yang biasa disebut-sebut, “Sebiji pisang sehari dapat menjauhkan doktor!”

PS: Kesimpulannya, pisanglah adalah penyebab utama kenapa monyet-monyet di hutan selalu sihat dan bahagia setiap masa dan ketika! Satu lagi; ingin kilatkan kasut?? Ambil bahagian dalam kulit pisang, sapukan secara terus kepada kasut anda, kemudian kilatkan dengan kain kering. Menakjubkan!

Psssttt, terima kasih sudi baca. Jangan lupa share dgn kawan2. ��